Pada bagian pertama, kita telah mengungkapkan makna „A-J“ sebagai satu kekuatan untuk mengetuk dinding jiwa, dalam rangka untuk mengingatkan pada diri kita bahwa membangun „Akhlak adalah suatu usaha yang bergerak sepanjang perjalan hidup ini untuk menjadikan manusia dapat hidup aman, tenteram dan rukun damai“
Oleh karena itu ingatlah selalu bahwa Allah tidak merubah nasib sesuatu bangsa (diri) sebelum dia sendiri mengusahakannya“
Bertolak dengan pikiran diatas, maka menemukan jati diri, bukanlah sesuatu yang mudah untuk diamalkan dalam hidup ini, tetapi akan menjadi satu kekuatan bila daya kemauan yang kuat untuk menjalankannya sehingga terbentukekuatan pikiran menjadi kebiasaan dan secara tidak langsung manusia akan menemukan jati dirinya
Oleh karena itu, maka kebiasaan yang ditopang dengan keinginan yang berlandaskan niat, maka ilmu sebagai informasi, pengetahuan dari pengalaman sebagai keterampilan, menjadi unsur (ilmu, pengetahuan, keinginan) yang sangat menentukan kedalam kekuatan pikiran yang membetuk watak manusia. Jadi ketiga unsur tersebut yang mengetuk dinding jiwa sebagai alat pikiran kedalam unsur jiwa yang disebut „kesadaran, kecerdasan dan akal) sebagai kekuatan yang mendorong, mengapa manusia berpikir.
Dengan demikian, apa-apa yang kita utarakan dalam BAGIAN KEDUA yang mengungkapkan kata K, kedalam makna sebagai benih-benih pikiran kedalam satu kekuatan kerajaan pikiran manusia.
Benih-benih pikiran tersebut yang menuntun sikap dan perilaku manusia yang mampu untuk mereka dapat mengungkit seluruh ingatan agar manusia dapat berusaha memikirkan hal-hal yang terbayangkan mengenai usaha
manusia kedalam pikiran mengenai „Akan ditimpakan kepada mereka kehinaan di mana saja mereka berada kecuali kalau mereka menjaga tali hubungan dengan Allah dan tali hubungan dengan manusia“
Merenung, membaca dan belajar apa-apa yang terungkap dalam makna kata K dalam bagian dua ini diharapkan menjadi satu kekuatan untuk menuntun, apa-apa yang kita pikirkan dalam membangun akhlak / moral sepanjang hidup yang kita jalani.
Pada kata K yang paling banyak terungkap dalam Al Qur’an dengan pendekatan 7M seperti yang kami utara-kan dalam bagian pertama merupakan satu pendekatan untuk dapat meningkatkan daya kemauan yang kuat agar kita mampu berpikir dalam memecahkan masalah hidup ini seperti kta memikirkan satu kekuatan sebagai alat pertimbangan dalam memanfaatkan alat pikir (kesadaran, kecerdasan, akal) kedalam pikiran kita mengenai :1) Akal mengalahkan nafsu ; 2) Iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) Yakin mengurangkan marah ; 4) Rasa keadilan hendak memiliki kepunyaan orang lain : 5) Kebenaran menumbangkan kekuasaan
27. KEBAIKAN
Kebaikan adalah sifat yang ditunjukkan oleh sikap dan perilaku manusia yang dituntun oleh sesuatu kekuatan dari keyakinan dan kepercayaan dalam nilai dan norma yang dianutnya.
Cobalah renungkan dari kekuatan nilai dan norma dalam Al Qur’an dan surat agar dapat menjadi penuntun seperti yang terungkap dibawah ini :
QS. 2 : 44” Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
QS. 2 : 128” Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS. 2 : 195” Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
QS. 3 : 115” Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
QS. 7 : 58” Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
QS. 10 : 26” Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
QS. 16 : 30” Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
QS. 20 : 112” Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.
QS. 23 : 96” Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
QS. 41 : 34” Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
-35“ Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
-36“ Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. 98 : 7“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
-8“ Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Jadi wujud kebaikan bagi setiap manusia haruslah menjadi pedoman dalam hidup untuk berbuat sesuatu yang di ridhoi oleh Allah Swt. Lebih lanjut dapat pula kita ketemukan dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 112,148,158,184,195,197,200,201,269,286
QS.4 : 160 ; QS. 7 : 8,9,56,58,155,156, 157,204
QS. 8 : 17,23,70 QS. 9 : 37, 41, 50,52,53,74,88, 91,107 ; QS. 10 : 22,107 ; QS. 11 : 3,114,117
QS. 12 : 11,83 ; QS. 13 : 6, 18,22
QS. 16 : 32,62,122 ; QS. 17 : 7 ;QS. 42 : 23,40
QS. 46 : 15 (silahkan dibuka). Oleh karena itu, bentuklah kekuatan kebiasaan pikiran kita kedalam pendekatan 7 M, sebagai suatu pendekatan untuk mendorong daya kemauan yang kuat dalam mengamalkan sifat kebaikan dalam hidup ini.
KESIMPULAN
Bertolak dari pemahaman atas kekuatan 7 M, apa yang terungkap dalam surat dan ayat yang terus kita pikirkan dan merenungkan kemali bahwa setiap manusia akan „
Diuji dengan kebaikan dan keburukan“ seperti yang tertuang dalam QS. 39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.“
Dengan kekuatan pikiran diatas, maka dorongan menyelami bahwa „
Allah maha melimpahkan kebaikan“ seperti yang termuat dalam
QS. 52 : 28“ Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
Oleh karena itu, „
Berlomba dengan kebaikan“
QS. 2 : 148“ Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu“
Menjadi satu kebutuhan bagi manusia yang sadar dalam apa yang disebut „
Kebaikan duniawi bagi yang berbuat ihsan“
Sejalan dengan pikiran diatas, renungkan makna bahwa „
Baik dan buruk kehendak Tuhan“ seperti yang terungkap dalam surat dan ayat sbb.:
QS.64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dengan mengungkapkan hal-hal yang kita sebut-kan diatas, mampu menuntun kekuatan brpikir agar menemukan apa yang disebut dengan „
Kesadaran manusia untuk memilih yang baik dan buruk“ sangat bergantung pada kemampuan manusia memanfaatkan kebiasaan berpikir dalam usaha mencari kebenaran.
Oleh karena itu renungkan apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini, sebagai satu kekuatan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam mengamalkan makna
„ baik dan memperbaiki diri :
QS. 90 : 10” Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
QS. 91 : 8” maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
QS. 8 : 1” Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”